Dugaan Aksi Spionase WNA Di Sebatik, Dipergoki Saat Memotret Radar TNI AL

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Petugas Imigrasi bersama unsur TNI dan satuan intelijen masih mendalami kasus dugaan aksi spionase yang dilakukan oleh tiga orang Warga Negara Asing (WNA) di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Rabu (20/7) lalu.

Dansatgas Marinir XXVIII Ambalat, Kapten Mar Andreas Manalu mengatakan, kedatangan rombongan WNA yang didampingi oleh WNI ke Pulau Sebatik, sejak awal sudah menunjukkan gelagat yang mencurigakan.

Saat melintas Pos Marinir Sei Pancang, mobil mereka kendarai tidak sepenuhnya menurunkan kaca pintu mobil.

‘’Ada yang tadinya duduk tegak, tiba tiba memundurkan badannya, bersembunyi diantara penumpang lainnya. Mereka buru buru jalan dan sempat kami kejar meminta mereka berhenti,’’ ujar Andreas, Minggu (24/7).

Saat dihentikan, hanya tiga orang WNI beserta satu orang WNA asal Malaysia yang turun menemui petugas yang mencegat kendaraan mereka.

Saat itu, WNA Malaysia dimaksud malah mempresentasekan rencana proyek pembangunan jembatan penghubung Tawau – Sebatik, secara detail.

Penjelasan tersebut terkesan untuk mengalihkan pembicaraan agar petugas fokus terhadap rencana proyek yang dipaparkannya.

‘’Kami melihat upaya itu untuk mengalihkan perhatian kami. Karena secara logika saja, bagaimana mungkin mega proyek skala international dijelaskan oleh orang dengan penampilan kurang meyakinkan. Bahkan mobil yang dipakai saja, Avanza yang rusak pintunya. Tidak ada rekomendasi dari LO (Liaison Officer), Konsulat, atau otoritas Negara lainnya,’’ jelasnya.

Dalam mempresentasekan proyek jembatan Tawau – Sebatik yang dianggap upaya pengalihan perhatian petugas, Wadansatgas Marinir Ambalat XXVIII, Lettu Mar Victor, melihat salah satu WNA mengarahkan kamera handphone ke Radar TNI AL.

‘’Ngambilnya itu sembunyi sembunyi dia. Kebetulan banyak anak-anak main di dekat Pos Marinir. Ada dua kali jepretan, yang satu mengarah ke barbel semen yang biasa dipakai anggota untuk olah raga fitness, satunya ke radar, tapi agak blur gambarnya karena saya teriaki,’’ katanya.

Insiden tersebut, membuat mereka sedikit panik dan tergesa-gesa meminta izin untuk melanjutkan perjalanan dengan alasan waktu sudah beranjak gelap.

‘’Kami periksa semua, termasuk hp mereka. Di Hp milik WNA China, kami temukan banyak sekali foto yang diambil di Sebatik. Diantaranya ada sekitar 10 sampai 15 foto, yang merupakan obyek vital pertahanan,’’ tegasnya.

Sejumlah foto yang diambil, ada beberapa Pos Jaga TNI AD, Pos AL Sei Pancang, Pos Marinir dan Radar TNI AL.

‘’Kita belum tahu jelas, apakah hasil foto itu sudah dikirim ke orang lain atau belum. Segalanya masih kita dalami,’’ lanjutnya.

Terkait penyerahan ke Imigrasi meski ada indikasi tindakan spionase yang dilakukan, Andreas Manalu mengatakan, penyerahan mereka ke Imigrasi, dilakukan setelah melakukan koordinasi dan komunikasi melibatkan satuan TNI, Polri serta Intelejen.

Diputuskan untuk proses penyalahgunaan dokumen keimigrasian, sambil melakukan proses pemeriksaan mendetail atas dugaan tindak spionase di wilayah milter.

‘’Memang ada unsur kuat ke arah spionase. Yang jelas, kita ambil tindakan untuk mengamankan dulu, sambil melakukan pendalaman. Akan sangat prematur melakukan tindakan yang nantinya justru jadi blunder untuk kami,’’ jawabnya.

Laporan ke Komando atas terhadap insiden ini juga terus dilakukan. Sinergitas bersama seluruh aparat keamanan menjadi respon dan perintah komando pusat.

‘’Kasus ini akan terus di follow up dan terus kami kawal. Tugas kami adalah menjaga kondusifitas di Perbatasan RI dan menjamin keamanannya,’ ’tegas Andreas.

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.