Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Dataran Tinggi Krayan Sampaikan Sikap

 

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Akhir dari cerita Jalan Long Midang (Krayan) – Ba’ Kelalan Buduk Nur (Ruan Tung) ditutup masyarakat Krayan, penutupan jalan dilakukan dari tanah dan pagar bambu akan menjadi permanen.

Apa arti semuanya ini kini kondisi jalan penghubung antara Malaysia dan Indonesia di daerah Krayan long midang dan bakelalan di tutup oleh lembaga adat dan LSM.

Tetapi ketika satu pelaku usaha di perbolehkan akan terjadinya monopoli harga barang, tentu masyarakatnya tercekik. Dan juga katanya tidak ada negosiasi A, B & C jika ingin di buka lakukan kembali perdagangan tradisional seperti sebelumnya.

Salah satu pemuda asal Krayan Heberth Anderias, kepada SWARAKALTARA.COM kejadian ini harus cepat direspon pemerintah.

“Saya meminta kepada Pemerintah secara berjenjang sampai pusat untuk segera merespon dan mengambil langka cepat, tepat untuk mempersiapkan tambahan armada airlines bagi angkutan Sembako, BBM, Elpiji serta memberi alokasi Dana yang cukup dalam percepatan pembangunan Link jalan Nasional trans Kalimantan, Malinau -Krayan agar cepat di fungsikan”, ungkapnya.

Akibatnya, pada hari ini Selasa tanggal, 05 Juli 2022 kami masyarakat Adat Dayak Lundayeh Dataran Tinggi Krayan dengan ini menyatakan sikap menutup Pintu Perbatasan Ba Kelalan-Long Midang dengan alasan-alasan sebagai berikut:

1. Lambannya respon pihak pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan KJRI Kuching Sarawak Malaysia mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan perdagangan di perbatasan Ba Kelalan-Long Midang

2. Menolak kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi dan KJRI Kuching Sarawak Malaysia dengan memberi kesempatan kerjasama G to G dengan menunjuk satu badan usaha dari masing-masing Negara dengan sistem penerimaan barang melalui satu pintu sehingga terjadinya praktek monopoli perdagangan.

3. Kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan KJRI Kuching dengan menunjukan satu badan usaha melakukan perdagangan di perbatasan berdampak negatif terhadap masyarakat Krayan dengan daya beli bahan kebutuhan yang sangat mahal

Dengan Tuntutan :

1. Pemerintah segera membuka pola perdagangan tradisional seperti pola yang dilakukan sebelum COVID-19

2. Menolak adanya praktek monopoli perdagangan diperbatasan Ba Kelalan-Long Midang

3. Memberi peluang seluas-luasnya kepada pihak pengusaha yang ada di kedua Negara untuk melakukan perdagangan seperti sebelum COVID-19 B to B (Business to Business)

  • swarakaltara

    swarakaltara.com portal media online kaltara

    Related Posts

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Bertempat di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Pemkab Malinau kembali menggelar acara Halal Bihalal. Acara ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pemkab Malinau dalam rangka menjalin…

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Sebanyak 52 calon jemaah haji Kabupaten Malinau resmi dilepas oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H. Acara pelepasan dilaksanakan di ruang Laga Feratu Kantor Bupati Malinau,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mungkin Kamu Melewatkan

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Kepungan Debu Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan

    Kepungan Debu  Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan