Dinas Pendidikan Malinau Dorong Program CSR Perusahaan untuk Dunia Pendidikan Non Formal

 

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Kepala Dinas Pendidikan Malinau melalui Kepala Bidang Paud, TK dan Pendidikan Non Formal, Elisa Selutan S.Th, M.Pd. menegaskan akan mendorong program Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Malinau untuk lebih meningkatkan mutu kualitas pendidikan, utamanya bagi Sekolah atau Pendidikan Non Formal.

Hal ini disampaikannya saat menerima dua perwakilan perusahaan swasta di Kabupaten Malinau yakni PT. Kalimantan Prima Persada (KPP) dan PT. BDMA di Kantor Dinas Pendidikan Malinau, Kamis (8/9/2022).

Elisa Selutan mengatakan, sehubungan dengan program CSR Perusahaan dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Kabupaten Malinau, selain Pendidikan Formal dukungan terhadap bidang Pendidikan Non Formal atau bantuan CSR Perusahaan terhadap Sekolah paket A,B, dan C berdasarkan umur juga perlu mendapatkan atensi.

“Karena secara prinsip peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) itu ditopang melalui Pendidikan yang menjadi hak sekaligus kebutuhan bagi semua masyarakat,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, perwakilan PT. Kalimantan Prima Persada (KPP), Bapak Jay selaku CSR Comdev Officer mengatakan, pihaknya di PT. KPP sudah menginisiasi melalui program CSR dan itu merupakan program prioritas di bidang Pendidikan.

“Di kami lini Astra Group, salah satunya perusahaan PT. Kalimantan Prima Persada (KPP) Job Site BDMA telah menjalankan sepenuhnya pilar Pendidikan melalui bidang Pendidikan Formal maupun Non Formal,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahkan program yang saat ini tengah berjalan di perusahaan (PT. KPP) dalam bidang Pendidikan Formal ialah bernama Si Master (Generasi Cerdas Berkarakter) sekaligus pemberian Beasiswa bagi Anak-anak berprestasi dan tidak mampu pada jenjang SMP-SMA yang saat ini menjadi sasaran.

“Sekolah binaannya itu memang masih di wilayah Malinau Selatan dan Malinau Selatan Hulu yang tersedia SMP dan SMA. Kemudian untuk pendidikan Non Formal yang sedang bersama kita inisiasi, kedepan bertujuan pada pengentasan angka putus sekolah maupun meningkatkan mutu kualitas pendidikan melalui kegiatan pendidikan Non Formal,” ucapnya.

Dimana dalam hal ini, pihaknya pun bekerja sama langsung dengan Dinas Pendidikan dan
Community learning activity center (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang seyogyanya bisa dijalankan pada tahun ini.

Ia berharap, akan semakin banyak jumlah yang terserap tidak hanya di bidang Pendidikan Formal tapi juga Pendidikan Non Formal. Menurutnya, ini pun sesuai dengan visi-misi dari Pemerintah Daerah Malinau yakni Wajib Belajar 12 Tahun.

“Kami juga tetap mengedepankan inklusivitas artinya kita tidak pernah membeda-bedakan siapapun, baik untuk Pendidikan Formal maupun Non Formal pasti sama-sama kita support agar mendapat akses pendidikan yang layak dan sama,” ungkapnya.

Kemudian, terkait banyaknya siswa yang akan dibantu CSR Perusahaan pada tahun ini akan menyesuaikan dengan jumlah anggaran yang tersedia.

Untuk tahun ini, kata Jay, pihaknya ada anggaran tersendiri untuk program tersebut. Namun mengingat secara kuantitas kembali lagi tidak akan konstan dengan anggaran yang ada. Artinya pihaknya tetap menyesuaikan dengan anggaran tersedia. Dengan estimasi target sasaran lebih dari ratusan orang atau peserta.

“Untuk tahun ini di Job Site KPP BDMA sendiri kami targetkan minimal orang atau peserta yang terserap itu di angka 50 sampai 100, itu sasaran kami,” imbuhnya.

Saat ini, pada bidang Sekolah atau Pendidikan Formal pihaknya telah menyasar dan menyeleksi sekitar 22 peserta. Sisanya akan dikoordinasikan melalui PKBM.

“Kita berharap besar melalui dukungan PKBM para peserta akan lebih banyak terserap, sehingga target kami untuk membantu khususnya di wilayah Malinau Selatan dapat segera terlaksana dan terealis,” ujarnya.

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.