Majelis Hakim Vonis 12 Tahun Penjara Terdakwa Pencabulan Anak di Malinau

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Malinau memvonis 12 Tahun 6 Bulan Penjara kepada Zainal Arifin alias Aco bin Ibrahim, terdakwa kasus tindak pidana Penculikan dan Persetubuhan Terhadap Anak. Selain divonis penjara, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 100 Juta Rupiah.

Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah melakukan tindak pidana Penculikan dan Pencabulan tersebut.

Dalam Putusan Pengadilan No : 40 Pid.Sus/2022/PN Mln atas nama Terdakwa Zainal Arifin alias Aco bin Ibrahim dalam perkara Penculikan dan Persetubuhan Terhadap Anak, Majelis Hakim dalam amar putusannya menyatakan Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah.

“Karena melakukan tindak pidana penculikan terhadap anak dan dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk melakukan persetubuhan terhadap Anak,” kata Majelis Hakim dalam amar putusannya, Kamis (22/9/2022).

Selain menghukum Terdakwa dengan Pidana Penjara selama 12 Tahun 6 Bulan, Terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp 100 Juta Rupiah subsidair 4 bulan kurungan penjara.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Malinau dalam surat tuntutannya menuntut agar Terdakwa Zainal Arifin alias Aco bin Ibrahim dituntut selama 13 Tahun Penjara dan wajib membayar denda Rp. 100 Juta Rupiah.

Kepala Kejaksaan Negeri Malinau, Daniel Martua Hutagalung melalui Kasi Intelijen Slamet Riyono mengatakan, terkait hukuman Terdakwa dalam kasus tindak pidana Penculikan dan Persetubuhan Terhadap Anak tersebut memang berkurang masa hukumannya dari tuntutan yang disampaikan pihaknya melalui JPU.

Menurutnya, karena Terdakwa telah melanggar sejumlah pasal pidana, diantaranya pada Pasal 83 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang jo Pasal 76F.

Lalu Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kemudian Pasal 81 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang jo Pasal 76D Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Atas putusan Majelis Hakim tersebut, baik Jaksa Penuntut Umum maupun Penasihat Hukum Terdakwa diberikan kesempatan untuk pikir-pikir selama 7 hari.(**)

  • swarakaltara

    swarakaltara.com portal media online kaltara

    Related Posts

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Bertempat di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Pemkab Malinau kembali menggelar acara Halal Bihalal. Acara ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pemkab Malinau dalam rangka menjalin…

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Sebanyak 52 calon jemaah haji Kabupaten Malinau resmi dilepas oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H. Acara pelepasan dilaksanakan di ruang Laga Feratu Kantor Bupati Malinau,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mungkin Kamu Melewatkan

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Kepungan Debu Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan

    Kepungan Debu  Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan