Bupati Wempi Hadiri Penampilan Kerukunan Keluarga Kawanua Pada Kegiatan IRAU Ke- 10 Malinau

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Penampilan atraksi kebudayaan dalam acara Irau Malinau Ke-10 dan peringatan Hari Ulang Tahun ke- 24 Kabupaten Malinau tidak hanya terbatas pada 11 etnis adat Kabupaten Malinau, tetapi juga memberi kesempatan kepada 14 paguyuban yang ada di Kabupaten Malinau untuk mempersembahkan atraksi budaya mereka.

Salah satu paguyuban yang berpartisipasi dalam acara ini adalah Kerukunan Keluarga Kawanua, sebuah komunitas dari Sulawesi Utara yang telah lama tinggal di Kabupaten Malinau.

Pada momentum IRAU dan Peringatan HUT Kabupaten Malinau ini, semua memiliki kesempatan untuk menampilkan semua keanekaragaman dan keunikan kebudayaan mereka.

Dalam sambutannya, Bupati Malinau, Wempi W. Mawa menyampaikan bahwa Kabupaten Malinau kaya akan kebudayaan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun Kawanua telah lama berada di Kabupaten Malinau, mereka masih melestarikan kebudayaannya. “Budaya adalah kita, kita adalah budaya,” ujarnya, pada Selasa (10/10/2023).

Bupati Wempi juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap Kerukunan Keluarga Kawanua Malinau yang telah berpartisipasi dalam menampilkan kebudayaan mereka dalam acara Irau Malinau Ke-10 dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Malinau ini.

Beliau berharap agar budaya ini menjadi kekuatan bersama untuk mempererat persatuan di Malinau dan menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia bahwa Malinau adalah tempat di mana persatuan dan hidup berdampingan dapat terwujud.

“Kawanua tetaplah menjadi bagian dari masyarakat kabupaten malinau, yang sama-sama mencintai keberagamanan, perbedaan, untuk satu kesatuan yang lebih baik bagi Kabupaten Malinau” imbuhnya.

Sementara itu, Ir. Kristian Muned, Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua Kabupaten Malinau, mengucapkan apresiasinya kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Malinau atas kesempatan ini.

Kawanua adalah istilah dalam bahasa Minahasa yang sering diartikan sebagai “penduduk negeri yang bersatu,” dengan makna umum orang satu kampung atau bersaudara.

Ia menambahkan bahwa melalui acara Irau Malinau Ke-10 dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Malinau yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau, terlihat semangat kebersamaan masyarakat Malinau, termasuk masyarakat adat setempat dan pendatang yang telah menjadi bagian integral dari komunitas Malinau.(*)

  • swarakaltara

    swarakaltara.com portal media online kaltara

    Related Posts

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Bertempat di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Pemkab Malinau kembali menggelar acara Halal Bihalal. Acara ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pemkab Malinau dalam rangka menjalin…

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Sebanyak 52 calon jemaah haji Kabupaten Malinau resmi dilepas oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H. Acara pelepasan dilaksanakan di ruang Laga Feratu Kantor Bupati Malinau,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mungkin Kamu Melewatkan

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Kepungan Debu Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan

    Kepungan Debu  Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan