Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Sebanyak 52 calon jemaah haji Kabupaten Malinau resmi dilepas oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H.

Acara pelepasan dilaksanakan di ruang Laga Feratu Kantor Bupati Malinau, pada Selasa (14/5/24) Pagi.

Wakil Bupati Malinau Jakaria, S.E., M.Si selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Malinau menuturkan, keberangkatan calon jemaah haji asal Malinau berjumlah 52 orang, terdiri dari 50 orang kuota murni, satu orang tambahan dan satu lagi petugas haji daerah.

Calon jemaah haji Kabupaten Malinau tahun ini (2024 M/1445 H) di dominasi oleh perempuan sebanyak 32 orang dan laki-laki 20 orang. Adapun usia tertinggi yakni 74 tahun atas nama Suratno dan yang termuda berusia 20 tahun atas nama Imelda.

Pelaksanaan ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang diwajibkan kepada setiap umat Muslim bagi yang mampu, baik secara fisik, mental maupun materil.

Jakaria menyebutkan, adanya alokasi anggaran keberangkatan jemaah haji bersumber dari bantuan hibah Pemkab Malinau.

“Seluruh anggaran biaya yang dikeluarkan mulai keberangkatan dari Malinau sampai embargasi Balikpapan dan balik lagi ke Malinau adalah bantuan dana hibah dari Pemkab Malinau. Karena itu kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Pemkab Malinau,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Malinau, Wempi W Mawa berpesan kepada pendamping jemaah haji Kabupaten Malinau agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, selalu sabar dalam mendampingi calon jemaah haji, terlebih karena faktor usia yang tidak sama seperti yang disampaikan panitia.

“Saling tolong-menolong dalam perjalanan juga sangat diperlukan, yang kuat bantu yang lemah, begitu sebaliknya sehingga rombongan pergi kompak, pulang juga kompak sehingga menjadi haji yang mabrur,” ucapnya.

Demikian juga dengan calon jemaah haji kata Wempi, harus update, mencari tahu terkait perkembangan terkini sehingga persiapan kesana bisa tuntas dengan baik.

“Sabar, disiplin, apa yang dianjurkan petugas atau pendamping haji harus diikuti. Kemudian tebarkan kasih sayang dan cinta selama melaksanakan ibadah haji,” ujarnya.

“Kami pasti mendoakan dan terus mendoakan bapak, ibu semua agar diberi kesehatan, hati yang gembira, semangat sehingga suatu saat nanti bapak, ibu bisa menjadi spirit bagi masyarakat Malinau,” pungkasnya.(*)

  • swarakaltara

    swarakaltara.com portal media online kaltara

    Related Posts

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Bertempat di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Pemkab Malinau kembali menggelar acara Halal Bihalal. Acara ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pemkab Malinau dalam rangka menjalin…

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara mengusulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat, Kamis (09/05/2024). Merunut ke asal usulnya, Suku Dayak Tinggalan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mungkin Kamu Melewatkan

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Kepungan Debu Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan

    Kepungan Debu  Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan