Warga Perbatasan Ingin Miliki Dokter Spesialis Kandungan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Masyarakat perbatasan RI – Malaysia di kecamatan Seimanggaris Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mengeluhkan nihilnya dokter spesialis kandungan di wilayah mereka.

Keberadaan dokter kandungan yang jauh di kota Nunukan menjadi satu alasan dimana mereka ingin Pemkab Nunukan menugaskan seorang dokter untuk mengatasi kelahiran dan memberikan edukasi kesehatan ibu hamil dan pasca melahirkan.
“Masyarakat mau (dokter kandungan) ada di desa mereka, tahu sendiri kan jarak Seimanggaris ke RSUD Nunukan jauh, naik kapal, sambung mobil baru sampai, kalau ombak besar bahaya juga,”ujar Ketua DPRD Nunukan Hj.Rahma Leppa Hafid menuturkan hasil musrenbang di kecamatan Seimanggaris, Rabu (12/02).
Untuk menuju Nunukan kota dari kecamatan Seimanggaris memang butuh waktu beberapa jam, lewat perjalanan darat dan laut, belum jika mereka tinggal di wilayah perkebunan sawit.
Meski sudah tersedia dokter dan bidan Puskesmas di wilayah mereka, masyarakat menginginkan sentuhan dokter spesialis demi lebih maksimalnya tindakan medis yang dilakukan.
Selain dokter spesialis kandungan, masyarakat desa Srinanti dan Tabur Lestari menginginkan pembangunan sekolah tambahan, dan bus sekolah.
Terisolirnya wilayah Seimanggaris yang mayoritas merupakan wilayah perkebunan sawit, memiliki kesulitan tersendiri bagi anak-anak buruh sawit untuk berangkat ke sekolah.
“Cuman untuk membangun sekolah saya pesan, meski tanahnya hibah, saya suruh selesaikan status lahan, kita banyak terima hearing tuntutan tanah hibah, ada anaknya, cucunya menuntut ketika penghibah meninggal, itu pesan saya ke masyarakat,”lanjut Leppa.
Dalam Musrenbang yang digelar di kantor camat Seimanggaris 10 Februari 2020, Hj.Leppa dan Ketua Komisi I DPRD Nunukan Andi Krislina menerima keluhan air bersih yang masih menjadi atensi masyarakat, selama ini masyarakat Seimanggaris sangat bergantung dengan sumber air di telaga, beruntung sebagian besar masyarakat mendapat bantuan penyaluran air bersih dari perusahaan PT.DTR, program CSR tersebut juga akan berlanjut dan menjadi solusi untuk pemenuhan air bersih.
“Nanti semua akan kita masukkan dalam pokok-pokok fikiran dewan, kita akan usahakan maunya masyarakat itu terpenuhi,”katanya. (KU).
  • swarakaltara

    swarakaltara.com portal media online kaltara

    Related Posts

    Ciptakan Lingkungan Ramah Anak, Wabup Jakaria : Upaya Penurunan Angka Stunting di Malinau

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Upaya Pemerintah Daerah Malinau dalam capaian penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA) terus dilakukan hingga saat ini. Salah satu upaya tersebut yakni mengatasi masalah kesehatan. Stunting merupakan salah…

    Pemkab Malinau Gelar Rapat Koordinasi, Jelang Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Terpilih

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Malinau pada Pilkada tahun 2020, Wempi W. Mawa -Jakaria akan dilantik pada Senin (26/4/2021) mendatang. Pelantikan di wacanakan akan digelar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mungkin Kamu Melewatkan

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Kepungan Debu Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan

    Kepungan Debu  Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan