Barang Bukti Money Politik Pilkada 2020, Akan Dikemanakan?

MALINAU, SWARAKALTARA.COM–Barang bukti dugaan money politik Pilkada 2020 lalu sampai saat ini masih tersimpan di Bawaslu Nunukan dan Polres Nunukan. Sebanyak Rp63, 9 juta diamankan Bawaslu  dan sebanyak Rp25 juta diamankan penyidik Polres Nunukan. Secara keseluruhan barang bukti berjumlah Rp88, 9 juta.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  Nunukan mengamankan barang bukti uang tunai dugaan pidana money politic yang ditemukan dari laporan masyarakat dan temuan petugas pemilu pada perhelatan Pilkada serentak 2020 lalu.

Jumlah tersebut didapat dari 4 kasus. Yaitu,  dari tangkap tangan masyarakat Sebatik Barat pada 20 November 2020 dengan sejumlah uang dalam 50 amplop biru dan putih dengan total Rp25 juta diduga untuk pemenangan salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati Nunukan.

Kedua dari laporan masyarakat dengan jumlah Rp700.000 yang diduga untuk mencoblos satu paket Paslon Gubernur Kaltara dan Bupati Nunukan. Lalu laporan masyarakat yang tengah diproses Panwascam dan terkendala nihilnya saksi dengan barang bukti Rp.700.000.

Terakhir dari temuan Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia yonif 623/Bhakti Wira Utama (BWU) saat sweeping kendaraan pelintas batas di Bambangan Sebatik pada 2 Desember 2020 dengan jumlah barang bukti 250 amplop dengan  amplop berisi Rp.250.000 yang diduga untuk pemenangan salah satu Paslon Gubernur Kaltara.

‘’Total barang bukti yang kami amankan dari dugaan money politic, ada sekitar Rp.88.900.000,’’ujar Komisioner Bawaslu Nunukan divisi hukum, penindakan pelanggaran Pemilu dan Penyelesaian Sengketa Abdul Rahman, Selasa (19/1).

Bawaslu belum dapat memastikan uang tersebut akan diserahkan kemana.  Rahman mengatakan, pihaknha sudah mempertanyakan persoalan tersebut ke Bawaslu RI. Hanya saja, sejauh ini, belum ada keputusan pasti akan diapakan dan dikemanakan barang bukti tersebut.

‘’Berdasarkan Perbawaslu Nomor 19 tahun 2018, nanti Bawaslu akan mengeluarkan edaran terkait juknis barang temuan tindak pidana pemilihan, jadi kemungkinan, sekitar seminggu atau dua minggu ke depan akan ada kejelasan, apakah masuk kas Negara atau bagaimana?” pungkas Rahman.

Reporter.  : Viq

Penyunting : Yunu WH

  • swarakaltara

    swarakaltara.com portal media online kaltara

    Related Posts

    Ciptakan Lingkungan Ramah Anak, Wabup Jakaria : Upaya Penurunan Angka Stunting di Malinau

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Upaya Pemerintah Daerah Malinau dalam capaian penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA) terus dilakukan hingga saat ini. Salah satu upaya tersebut yakni mengatasi masalah kesehatan. Stunting merupakan salah…

    Pemkab Malinau Gelar Rapat Koordinasi, Jelang Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Terpilih

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Malinau pada Pilkada tahun 2020, Wempi W. Mawa -Jakaria akan dilantik pada Senin (26/4/2021) mendatang. Pelantikan di wacanakan akan digelar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mungkin Kamu Melewatkan

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Kepungan Debu Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan

    Kepungan Debu  Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan