Waspada Ancaman Virus DBD di Tengah Pandemi Covid-19

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 (TGC) Nunukan Kalimantan utara memberi peringatan ada ancaman virus berbahaya lain yang tak kalah mematikan ketimbang corona Virus Disease Covid-19.

Memasuki musim hujan Nunukan yang biasa terjadi di Bulan Mei, Juni dan Juli dalam beberapa siklus tahunan, yang terjadi adalah peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sehingga perhatian TGC untuk corona ikut tersita, apalagi baru saja terjadi kasus kematian anak dengan diagnosa DBD di RSUD Nunukan.

Juru Bicara TGC Nunukan Aris Suyono mengatakan, adanya kematian anak dengan kasus DBD tentu tak boleh diabaikan dengan alasan Covid-19.

‘’Data Dinas Kesehatan, Mei sampai Juli itu terjadi kenaikan kasus DBD setiap tahunnya, selain musim hujan, wilayah Nunukan memang termasuk pandemi, untuk itu masyarakat yang stay at home dalam rangka social distance sebaiknya memperhatikan kebersihan,’’ujarnya, Rabu (29/04/2020).

Aris yang juga merupakan Kepala Seksi Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular di Dinkes Nunukan ini menjelaskan, tiap tahun dengan periode yang sama Nunukan menjadi sasaran nyamuk Aedes Aigepty, pada 2019 akumulasi total ada 456 kasus, terdapat 13 kasus kematian.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama, pada bulan Januari 2019 ada 40 kasus dan 0 kematian ,  pada januari 2020 ada 29 kasus, 0 kematian, Pada Februari 2019 ada 50 kasus dengan 2 kematian,  di Februari 2020 ada 9 kasus DBD dan 1 kasus kematian.

Periode Maret 2019 ada 17 kasus DBD dan 0 kematian, Bulan Maret 2020 terdapat 20 kasus dengan 1 kematian, Sedangkan pada bulan April 2019 ada 31 kasus DBD dan 5 kasus kematian, sementara untuk april 2020 sampai dengan hari ini ada 1 kasus dengan 1 kematian.

‘’Total kasus 2020 sampai dengan bulan April ini, ada 60 kasus dengan 3  kematian,”katanya.

Aris meminta agar masyarakat terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat, mengamalkan formula 3 M plus, yaitu menguras, menutup mengubur dan menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air, sebagai langkah paling efektif dalam membunuh jentik nyamuk pembawa DBD.(KU).

  • swarakaltara

    swarakaltara.com portal media online kaltara

    Related Posts

    Ciptakan Lingkungan Ramah Anak, Wabup Jakaria : Upaya Penurunan Angka Stunting di Malinau

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Upaya Pemerintah Daerah Malinau dalam capaian penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA) terus dilakukan hingga saat ini. Salah satu upaya tersebut yakni mengatasi masalah kesehatan. Stunting merupakan salah…

    Pemkab Malinau Gelar Rapat Koordinasi, Jelang Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Terpilih

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Malinau pada Pilkada tahun 2020, Wempi W. Mawa -Jakaria akan dilantik pada Senin (26/4/2021) mendatang. Pelantikan di wacanakan akan digelar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mungkin Kamu Melewatkan

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Kepungan Debu Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan

    Kepungan Debu  Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan