Percepatan Penurunan Angka Stunting, Wabup Jakaria : Ini Tanggungjawab Bersama

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Berdasarkan data KP2S jumlah balita Stunting di Kabupaten Malinau pada akhir tahun 2022 adalah 14,93%, mengalami peningkatan sebesar 3,89%. Jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2021 sebesar 11,04%.

Berdasarkan data tersebut menandakan adanya permasalahan yang dihadapi sehingga balita Stunting di Malinau bukannya semakin menurun namun meningkat.

“Harapan saya melalui Rapat Koordinasi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, dapat terbangun kapasitas dan komitmen para pemangku kepentingan untuk merencanakan, mengimplementasikan, memantau dan mengevaluasi intervensi yang konvergen dalam rangka mengurangi angka Stunting khususnya di Kabupaten Malinau,” ujar Jakaria, Wakil Bupati Malinau, pada Minggu (18/6/2023).

Pesan penting yang perlu diingat dalam Rakor yang telah dilakukan, kata Jakaria, bahwa permasalahan gizi seperti Stunting menjadi tanggung jawab bersama karena penyebab stunting bukan hanya berbicara tentang kurangnya gizi tetapi banyak faktor di luar aspek kesehatan.

“Saya harap juga peran PKK Kecamatan agar mampu menggerakkan PKK Desa untuk dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan Stunting,” ucapnya.

Termasuk dengan Dinas Pendidikan agar melakukan kegiatan berbasis Pendidikan dan Pelatihan bagi guru-guru PAUD agar mampu meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi dini stunting bagi anak didiknya.

“Dinas PMD, Camat segera lakukan langkah strategis untuk melaksanakan pencegahan stunting di seluruh desa. Jangan hanya fokus pada desa Lokus saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, juga untuk jajaran Kepala Desa dan Ketua RT agar lebih mengoptimalkan pelaksanaan program RT Bersih agar lingkungan di sekitar pemukiman bersih dan sehat.

Jakaria juga meminta kepada dinas kesehatan serta TPPS untuk menyusun rencana strategis dan terus lakukan evaluasi data.

“Untuk itu saya berpesan dan mengajak kita semua untuk terus bekerja sama dalam upaya mendukung terwujudnya gizi masyarakat yang baik. Saya yakin dan percaya bahwa stunting akan mampu kita tekan di bawah 14% pada tahun 2024 dan mencegahnya dari Bumi Intimung,” pungkasnya.(*)

  • swarakaltara

    swarakaltara.com portal media online kaltara

    Related Posts

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Bertempat di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Pemkab Malinau kembali menggelar acara Halal Bihalal. Acara ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pemkab Malinau dalam rangka menjalin…

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Sebanyak 52 calon jemaah haji Kabupaten Malinau resmi dilepas oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H. Acara pelepasan dilaksanakan di ruang Laga Feratu Kantor Bupati Malinau,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mungkin Kamu Melewatkan

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Kepungan Debu Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan

    Kepungan Debu  Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan