Mengembangkan Pemikiran Dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi dan Budaya Global

Oleh : Viggo Pratama Putra.

Jurusan/Universitas : Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara/Universitas Negeri Padang.

 

SWARAKALTARA.COM – Sumber daya alam dan sumber daya manusia adalah dua hal penting tolak ukur bagaimana suatu bangsa atau negara mampu menghadapi persaingan ketat ekonomi global yang secara terus menerus memaksa negara untuk lebih kompeten di dalam pemanfaatannya. Global sendiri yang berarti terhubung secara menyeluruh dapat difalsifikasikan sebagai angin segar bagi setiap bangsa untuk dapat lebih menunjukkan eksistensinya dalam hal skill berkompetisi baik itu di bidang perdangangan ekonomi, sosial, maupun budaya  pada kancah internasional. Peran Indonesia tentulah sangat dituntut di dalam hal ini, bagaimana tidak, Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya alam berlimpah dan sumber daya manusianya harus mampu menunjukkan taringnya sebagai negara ekonomi yang kuat dan berpengaruh. Tentunya negara khususnya pemerintah telah siap dengan segala potensi tantangan yang akan diterima sebagai konsekuensi kemajuannya. Kita tahu bahwa Indonesia sedang giat-giatnya berpacu dalam pembangunan infrastruktur yang akan sangat bermanfaat baik itu untuk warga negara terlebih untuk negara, dimana kita sama-sama mengetahui salah satu barometer tolak ukur negara maju adalah memadainya infrastruktur pada negara tersebut. Saat ini Indonesia sudah keluar dari zona nyaman atas status quo peningkatan infrastruktur sehingga kita sebagai warga negara akan selalu mengiringi serta mengawasi pemerintah untuk terus melakukan gebrakan-gebrakan baru.

 

Terlebih sekarang sedang gencar-gencarnya perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat, tentunya ini akan berpengaruh signifikan terhadap perdangangan global karena secara struktural perdagangan internasional, baik itu China maupun Amerika bisa dibilang sebagai induk besar yang memainkan peranan perdagangan dunia saat ini. Inilah yang seharusnya mampu untuk dimanfaatkan secara kompetitif oleh Indonesia agar dapat memasuki celah perang dagang yang terjadi dengan meningkatkan kompetensi agar lebih cekatan dan tentunya kompetibel terhadap faktor-faktor perdagangan global terkini. Ini harusnya telah menjadi sebuah permasalahan yang urgensi dimana memaksa untuk segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Disini pemerintah dituntut cermat untuk tidak menyia-nyiakan peluang yang ada dibalik ketidakpastian ekonomi global saat ini.

 

Secara eksplisit ekonomi global akan berdampak pada sosial budaya pada suatu negara, karena dibalik perkembangan pesat globalisasi, terlebih revolusi industri 4.0 yang sering digaung-gaungkan saat ini, akan menuntun perubahan sektor sosial budaya bagi bangsa Indonesia. Sudah lumrah rasanya bagaimana perkembangan teknologi informasi mempengaruhi kehidupan masyarakat sehingga ini menyebabkan munculnya masalah baru menyinggung nilai-nilai dan norma serta ideologi kebangsaan yang dirasa mulai terancam jika kita sebagai warga negara tidak siap dengan tantangan ini. Sebagai negara yang menganut ideologi pancasila, sudah seharusnya kita menerapkan nilai-nilai dan makna yang terserap di dalam setiap butir-butir pancasila sebagai alat untuk memfilter masuknya budaya asing. Sebagai warga negara yang baik sudah semestinya kita menjaga apa yang sudah diwariskan dan susah payah diperjuangan oleh pendahulu kita, namun begitu kita juga diharapkan untuk mampu mengkolaborasikan ideologi kebangsaan dan perkembangan globalisasi dengan tidak mengurangi sedikitpun esensi dari pancasila. Lantas bagaimana caranya? Terutama sekali pada dasarnya kita harus mampu mengembangkan pemikiran melalui ilmu pengetahuan demi terciptanya sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas, selanjutnya sebagai bangsa yang kaya akan budaya, dengan adanya kemajuan pesat globalisasi, sudah sepatutnya kita bisa lebih memperkenalkan kekayaan budaya bangsa di mata dunia. Dengan memegang teguh persatuan pancasila dalam kebhinnekaan, perbedaan-perbedaan yang ada harusnya menjadikan kita lebih kuat dalam menghadapi tantangan serius yang akan mengancam keutuhan bangsa.

 

Mencakup kedua hal tersebut, bangsa Indonesia secara tegas harus mampu mengaitkan relevansi yang positif terhadap hubungan ekonomi dan budaya sebagai faktor utama kemajuan negara kedepan, karena kedua sektor tersebut akan sangat riskan dengan efek negatif yang akan muncul jika negara tidak siap, diantaranya akan meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi melambat akibat dari inflasi yang tinggi, serta potensi konflik atau disintegrasi yang mengancam bangsa. Mengacu pada permasalahan diatas dengan mengembangkan pemikiran terhadap permasalahan global yang akan terjadi serta kesiapsiagaan bangsa dalam hal ini pemerintah, yang mana harus bisa terus menerus meningkatkan daya saing potensi nasional yang kita punya melalui kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berlimpah. Mengaitkan potensi yang ada tersebut dengan kemajuan pesat teknologi akan memudahkan Indonesia untuk bisa berdiri di garis terdepan kemajuan global yang terjadi. Dengan menvisualisasikan rencana-rencana besar tersebut agar bisa terwujud, tentunya negara juga memainkan peranannya sebagai otoritas hukum dengan melakukan deregulasi dan debirokrasi agar terciptanya regulasi yang menjunjung tinggi supremasi hukum dengan dasar pengakuan terhadap hak asasi manusia, hak kebebasan berpendapat dan hak-hak masyarakat sipil lainnya. Tak lupa pula, pemerintah dapat memanfaatkan acara-acara atau forum-forum kerjasama Internasional untuk menunjukkan bentuk kompetensi dan kualitas perekonomian bangsa serta pengenalan terhadap kekayaan budaya bangsa Indonesia yang secara langsung maupun tidak langsung akan menguntungkan pemerintah dan warga negara dan juga akan mendorong investasi kerjasama perdagangan ekonomi budaya yang lebih intens dengan tetap bertumpu pada asas-asas ideologi kebangsaan. Dengan begitu, pemerintah dan warga negara akan saling menguatkan kemudian timbul  energi positif yang mendorong kemajuan ekonomi dan budaya bangsa serta akan memperkokoh identitas budaya sebagai bangsa yang kuat dengan kekayaan nilai-nilai dan norma yang terus dipegang teguh oleh setiap warga negara yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NONE

swarakaltara.com