Masyarakat Datangi Kantor DPRD Malinau, Tuntut Sosial Respon dari PLN Malinau

MALINAU, SWARAKALTARA.COM- Masyarakat Desa Kuala Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau datangi kantor DPRD Malinau Rabu (9/5), menuntut Sosial Respon dari PT. Perusahaan Listrik Milik Negara (PLN) Kuala Lapang.

Namun kedatangan masyarakan hanya disambut Sekretaris Dewan (Sekwan), saat ini semua Anggota DPRD masih di Provinsi Kaltara, dalam Rangka Penandatangan MOU PLTA untuk Malinau, ungkap Sekwan Tin Alfarida kepada SWARAKALTARA.

Semua bentuk laporan dan tuntutan masyarakat, akan saya sampaikan ke Unsur Pimpinan, ungkap Sekwan.

Kesepakatan tuntutan masyarakat yang ditanda tangani lebih kurang 40 orang, berdasarkan berita acara yang di tanda tangani pada Selasa (8/5), bertempat di Rumah Ketua Rukun Tetangga (RT. VII), Masyarakat menuntut pihak PT. PLN untuk :
1. Mewajibkan Perusahaan PT. PLN untuk Meminimalkan Suara Kebisingan yang di timbulkan oleh Mesin (Membuat/Meningkatkan Peredam Suara)
2. Perbaikan Badan Jalan Yang Rusak akibat Aktifitas PT. PLN
3. Penanganan Serta Penuntasan terhadap Permasalahan Limbah
4. Tangungiawab Sosial Terhadap Lingkungan Sekitar
5. Subsidi Kompetensi Terhadap Warga Sekitar
6. Penerangan Jalan masuk menuju PLN.

Atas surat tuntutan tersebut masyarakat memberikan waktu selambat-lambatnya (21/5) sudah ada jawaban.

foto perwakilan masyarakat saat menyampaikan tuntutan mereka kepada Sekwan DPRD Malinau, Rabu (9/5).(foto, EZI/SK).

Ketua RT. VII Regen kepada SWARAKALTARA membenarkan segala tuntutan tersebut, masalah ini kami minta selambatnya sudah ada jawaban tanggal 21 mei.

Keberadaan PLN ini di dalam RT kami, dan jalan masungnya juga merupakan jalan masuk kampung kami.

“namun PT. PLN tidak pernah mengindahkan apa yang menjadi keinginan warga, bahkan kami pernah meminta dipasangkan lampu pos kamling yang terletak di gerbang jalan masuk PLN dan lampu penerangan jalan masuk ke PLN, namun kami di lempar kesana kemari, pungkasnya kesal.

Termasuk masalah jalan masuk ke PLN itu juga sangat rusak, kami ajukan agar PLN membantu menyediakan solar, biar kami yang mengangkut tanah untuk menimbun jalan tersebut, itupun tidak pernah di indahkan, ungkap Regen.

“jelas apa yang menjadi tuntutan kami, jika tuntutan tersebut tidak lagi di penuhi, maka kami akan lakukan aksi penutupan jalan masuk ke PLN, pungkasnya. (EZI/SK).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top