Giliran Lembaga Adat Dayak Kenyah Kabupaten Malinau Raih Rekor MURI

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Penyelenggaraan IRAU Kabupaten Malinau ke-9 tahun 2018 benar-benar spektakuker. Berbagai lembaga adat tidak hanya menampilkan seni budaya yang atraktif tetapi juga berhasil memecahkan rekor MURI. Kali ini hari keenam Irau giliran Lembaga Adat Dayak Kenyah Kabupaten Malinau yang barhasil meraih rekor MURI untuk kategori pagelaran musik sampe sebanyak 1000 orang, Sabtu (20/10) di Arena Pelangi Intimung Pusat Pemerintahan Kabupaten Malinau Kalimantan Utara.

Lembaga Adat Dayak Kenyah Kabupaten Malinau meraih rekor MURI kategori pagelaran musik sampe sebanyak 1000 orang

Dewan MURI Jusuf Ngadri menyebutkan, pagelaran sampe sebanyak 1000 buah merupakan yang terbanyak sampai dengan saat ini, oleh karena itu MURI mencatatkannya sebagai rekor Indonesia Dunia sebagai bentuk apresiasi atas upaya warga Dayak Kenyah yang berhasil memainkannya.

Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mengatakan, pagelaran seni budaya warga Kenyah merupakan acara yang membanggakan dan sangat luar biasa yang dipersembahkan bagi Bangsa Indonesia.

“Pagelaran dari Warga Kenyah ini sangat luar biasa. Tentu tidak keliru jika IRAU memiliki ciri khas dalam pelaksanaannya sehingga masuk dalam 100 wonderfull even”.

Bupati Malinau saat memainkan alat musik sampe

“Hari ini kita bersama menyaksikan Pertunjukan 1000 Sampe yang menjadi sejarah dunia dan nasional juga menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia, karena Sampe ini tidak hanya ada di Indonesia tetapi juga ada di Malaysia, imbuh Yansen TP.

Yansen juga menyampaikan apresiasi terhadap para camat di Pedalaman dan perbatasan yang memberi dukungan maksimal dalam pagelaran Sampe ini.

“Tidak mudah mengangkutnya dari kecamatan khususnya di perbatasan yang diangkut menggunakan pesawat atau long boat hingga sampai di kota ini” imbuhnya lagi.

Lebih lanjut Bupati mengungkapkan bahwa sebetulnya pagelaran Sampe sebanyak 1000 tersebut telah di gagas tahun 2016 namun karena waktu itu IRAU tidak diselenggarakan maka kita gagas kembali tahun 2018 ini. Dengan begitu, agar tampilan seni budaya ini tidak hanya menampilkan budaya Kenyah tetapi menjadi momentum untuk terus menghidupkan seni dan budaya Bangsa Indonesia. (***).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top