Wafat Saat Melayani Kafilah MTQ, 2 Prajurit Satgas Pamtas Diberikan Badal Haji

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Kementrian Agama wilayah Kalimantan Utara menginstruksikan petugas manasik haji Nunukan 2020 untuk memberikan hadiah istimewa bagi 2 orang prajurit Satuan Tugas Penjaga Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia Batalyon Infanteri Raider 600/Modang yang wafat saat melayani kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XVI.

Kakanwil Kemenag Kaltara H.Suriansyah Hanafi sebagaimana dirilis website resmi Kemenag Nunukan memberikan ucapan bela sungkawa dan rasa terima kasih sebesar-besarnya atas pelayanan yang diberikan almarhum Pratu David Akbar Hosein (23) dan Prada Budi Nur Cholis (22), kedua prajurit ini bertugas menyediakan suplay air bersih untuk kepentingan para kafilah selama MTQ berlangsung.

“Saya telah meminta kepada dua petugas haji, supaya niat membadal hajinya untuk kedua almarhum yang gugur demi tugas mulia dapat terlaksana baik oleh petugas haji kita ataupun pihak lain”ujarnya berbela sungkawa.

Kepala Kantor Kemenag Nunukan H.M.Sholeh menjelaskan, badal haji yaitu mengganti ibadah haji dari orang lain, dimana nantinya kedua almarhum insha Allah mendapat pahala ibadah haji yang ditunaikan dua petugas haji dari Kementerian Agama.

Sholeh mengatakan, secara simbolis, pemberian hak istimewa sebagai apresiasi Kemenag ini akan diberikan saat penutupan MTQ 29 Februari 2020 nanti.

“Bupati Nunukan langsung yang akan memberikan,”kata Sholeh.

Selain itu, panitia MTQ XVI Nunukan 2020 juga memiliki cara lain sebagai wujud penghormatan dan mengenang jasa 2 prajurit Satgas Pamtas yang wafat.

Camat Sebatik Tengah Aris Nur mengatakan, setiap kali MTQ dimulai ada sesi mengheningkan cipta.

“Keduanya cukup berjasa dalam mensukseskan MTQ, jadi sebagai penghormatan sebelum memulai MTQ, semua mengheningkan cipta, semoga amal ibadahnya diterima dan dicatat sebagai kebaikan di sisi Allah,”katanya.

Prajurit Satgas Pamtas RI – Malaysia Pratu David Akbar Hosein (23) dan Prada Budi Nur Cholis (22) wafat saat menjalankan tugas mereka melayani suplay air bersih bagi kafilah MTQ XVI yang dipusatkan di lapangan Aji Kuning Sebatik Tengah.

Keduanya mengalami kecelakaan lalu lintas di Tanjakan Garuda Perkasa desa Seberang Sebatik Utara pada Selasa 25 Februari 2020 sekitar pukul 15.30 WITA, truck tanki air dengan nomor kendaraan dinas 1647/VI oleng dan hilang kendali sampai akhirnya terguling dan keluar jalan raya.

Kedua prajurit tersebut wafat dalam perjalanan menuju RSUD Nunukan. Saat ini jenazah keduanya telah dikirim ke Tarakan untuk selanjutnya dipulangkan ke keluarga mereka.

Dari data yang diperoleh media ini, almarhum Prada Budi Nur Cholis dijadwalkan ikut penerbangan Lion Air JT 675 yang diberangkatkan sekitar pukul 12.55 WITA rute Tarakan, Balikpapan, Surabaya, sementara Pratu David Akbar Hosein diberangkatkan dengan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 7270 rute Tarakan, Balikpapan, Halim Perdana Kusuma lalu dilanjutkan dengan pesawat ID 7107 tujuan Halim, Padang. (KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top