Ekspor Komoditi Laut Nunukan Tawau Mati Akibat Pandemi Corona

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Ekspor komoditi laut Nunukan Kalimantan Utara ke Tawau negara bagian Sabah Malaysia sama sekali mandek pasca Malaysia lockdown (mengunci kawasan) akibat pandemi Covid-19.

Nilai ekspor perikanan yang biasa dijalankan dari Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik biasanya mencapai Rp.15 miliar perharinya ini terhenti sampai waktu yang belum ditentukan.

Kepala SKPT Sebatik Iswadi Rahman mengatakan, tidak ada aktivitas bisnis perikanan sejak Malaysia lockdown.

“Tutup semua, para pembeli tak lagi mau membeli, akhirnya nelayan juga istirahat menangkap ikan, bahkan di Tarakan juga begitu,”ujarnya, Minggu (22/03/2020).

Pada hari normal, ekspor ke Malaysia dikirim dari SKPT Sebatik meliputi, ikan, kepiting, udang, perut ikan mayung, perut ikan cunang kering, ebi dan lainnya bisa mencapai angka Rp.15 miliar perhari dari sejumlah kapal pengangkut ikan Tarakan dan Nunukan.

Kelangkaan tersebut bahkan tak membuat harga ikan naik, nelayan hanya menangkap ikan dan diedarkan di pasar-pasar tradisional meskipun jika seandainya ikan yang mereka tangkap spesifikasinya komoditi ekspor sekalipun.

“Namanya musibah tak terduga, semoga saja semua cepat berlalu, kita berharap yang terbaik,”kata Iswadi.

Terhentinya aktivitas ekspor inipun telah disampaikn ke Direktorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, ada sejumlah langkah yang dijadikan acuan bagi SKPT selama pandemi corona masih menyebar, yaitu:

1. Menyediakan Alat pelindung Diri (APD) di setiap pelabuhan berupa baju pelindung diri, masker, sarung tangan,  hand sanitizer dan penyemprotan anti septic.

2. Pembatasan jam kerja bagi petugas di pelabuhan khususnya di pelayanan publik dan pembatasan orang keluar masuk di pelabuhan yang tentunya ada regulasi aturan berkaitan dengan beban kerja dan absensi.

3. Memberikan bantuan kepada nelayan kecil yang tidak bisa melaut, disebabkan hasil tangkapan tak bisa dipasarkan khususnya di wilayah Sebatik, serta memberikan bantuan kepada nelayan yang terindikasi virus tersebut.

“Memberikan jaminan kepada nelayan untuk hasil tangkapannya dapat dibeli oleh ICS yang dikelola oleh pemerintah.”katanya. (KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top