Pasien PDP Yang Meninggal Belum Dilakukan Pengambilan Sample Swab

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (TGC) Nunukan Kalimantan utara mengakui tak sempat mengambil sample swab dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan meninggal di ruang ICU RSUD Nunukan, Rabu 03 Juni 2020 sekitar pukul 01.30 WITA.

Jenazah PDP yang kemudian diantarkan ke rumah duka oleh petugas pemulasaran dan pemakaman jenazah yang berseragam hazmat dengan peti terbungkus plastik, kemudian menimbulkan banyak pertanyaan masyarakat. Benarkah PDP atau suspeck covid -19 bisa dimakamkan selayaknya kematian normal, dan mendapatkan perlakuan sebagaimana prosesi jenazah pada umumnya ?

Pertanyaan tersebut juga tidak terjawab oleh juru bicara gugus tugas Covid-19 Nunukan Aris Suyono. Aris bahkan mengakui, tim medis tidak sempat mengambil sample swab dari almarhumah Maria Goreti Minggu (30), sehingga statusnya tidak bisa dipertanggung jawabkan.

{"homepage_display_toggle": false, "display_transparent_bg_img": true, "description": "Outfit Online Meeting Diskon s/d 85% | Outfit Online Meeting Diskon s/d 85% | 1-7 Jun\t|\tCategory\t|\t20200601\t|\t20200607\t|\tBAU\t|\tMen Clothes", "promo_information": "-"}
Shopee : Outfit Online Meeting Diskon s/d 85%

 

‘’Kita tidak bisa mempertanggung jawabkan statusnya karena tim medis tidak pernah mengambil sample swabnya, kita tidak bisa simpulkan negatif atau positifnya.’’aku Aris dalam pres conference, Kamis (04/06/2020).

Aris juga mengakui protokol pemakaman jenazah PDP masih mengacu pada pedoman revisi ke IV Kemenkes RI tentang protokol penanganan dan pemakaman jenazah Covid-19 dimana PDP seharusnya dimakamkan selayaknya pasien konfirmasi positif covid-19.

Tidak adanya pengambilan swab bagi jenazah kemudian menimbulkan perdebatan antara gugus tugas dan pihak keluarga jenazah yang menginginkan prosesi pemakaman dilaksanakan sebagaimana lazimnya.

‘’Akhirnya kita ambil jalan tengah, boleh melakukan prosesi dan ibadah untuk jenazah asalkan mengacu pada protokol kesehatan, berupa wajib masker, physical distancing dan keharusan lain, ini jadi perjanjian tersendiri.’’jelasnya.

Kebijakan ini seakan timpang dengan kasus PDP yang meninggal dunia pada 8 April 2020 lalu, pasien bernama Sapandi (60) dari Lumbis Pansiangan begitu cepat dimakamkan mesti keluarga meminta tim medis menunggu sample swab, tim medis tak menggubris permintaan tersebut dengan alasan protokol pemakaman pasien corona, keluarga yang kecewa kemudian membongkar kembali makam PDP dimaksud, setelah hasil swab menunjukkan non reaktif pada 10 April 2020 lalu.

Data perkembangan kasus Covid-19 di Nunukan hingga 04 Juni 2020 tercatat 43 kasus dengan 25 kasus sembuh, terdapat 17 ODP, 359 OTG dan 5 PDP masih dalam perawatan medis, ada sebanyak 5 kasus PDP sembuh dan 2 kasus kematian.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top