MUSORKAB KONI Malinau, Arfiadi Meidiansyah : Harus Menjalin Hubungan Baik Dengan Pemerintah

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malinau menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) ke-III di Aula Pertemuan DPU PR-Perkim Malinau.

Kegiatan ini diikuti cabang olahraga (Cabor) dengan agenda tunggal pemilihan ketua umum KONI Kabupaten Malinau, Kamis (21/8/2020).

Musorkab merupakan agenda KONI 4 tahunan. Dengan masa kepengurusan 2016-2020 dan sesuai SK berakhir di Bulan April 2020. Namun dikarenakan Pandemik covid-19 sempat tertunda dan dilakukan perpanjangan kepengurusan hingga 22 Agustus 2020.

“Untuk kepengurusan KONI sebenarnya belum ada yang habis, tapi daerah lain banyak yang menunda dikarenakan Covid-19,” ungkap Sekretaris Umum KONI Provinsi Kaltara Ir. Arfiadi Meidiansyah, ST.

Kepada Awak Media Arfiadi mengatakan, saya apresiasi KONI Malinau karena mampu melaksanakan dengan memenuhi protokol kesehatan. Walaupun yang diundang hanya satu dari biasanya dua orang dari satu Cabor sehingga bisa berjarak duduknya, tapi ini sudah bagus bisa dilaksanakan.

“Justru saya berfikir tadinya ditunda, minta permohonan diundur lagi”, ujarnya.

“Sesuai Anggaran Dasar,”apabila ada hal khusus, misalnya ada pelaksanaan PON, tentu kalau pengurus bubar bisa kacau PON dilaksanakan”, jadi bisa dimundur bahkan ketahun berikut bisa, apalagi dengan adanya wabah ini, timpalnya.

Nah terkait ini, yang pertama Musorkab ini akan memilih ketua, kedua merumuskan program kerja selain masalah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

Saya berharap LPJ menjadi evaluasi, apa yang menjadi kekurangan, kemudian menyusun program yang baik dari hasil evaluasi dan pengurus lebih mau bekerja dan jalin hubungan yang baik dengan Pemerintah, karena bagaimanapun juga, dukungan moril materil itu sangat penting.

Selain itu, karena kita akan menghadapi PORPROV yang rencananya diselenggaran di 2022, sudah diputuskan di rapat anggota KONI Provinsi, artinya 2021 menjadi tahun pembinaan yang harus dipacu.

Pembinaan atlet berprestasi, kalau didalam ranah prestasi atlet di Kabupaten Malinau tentu KONI Malinau yang mengelolanya atau membinanya. Sedangkan yang menjadi domainnya Provinsi itu setelah masuk kejuaraan di Kejurprov, kejuaraan di Porprov.

“Nah kenapa Porprov kita laksanakan di 2022, karena 2024 akan ada PON lagi, jadi kita mempersiapkan atlet yang juara di Porprov kita bina untuk Pra PON di 2023. Jadi begitu lolos KONI Provinsi akan ambil alih dan membinanya”.

Kemudian kenapa saat ini Kejurprov kita sangat minim, karena bintangnya itu ada di Porprov. Kejurprov itu hanyalah jalan salah satu sasaran antara.

Jadi Porprov atau PON itu 4 tahun sekali, kalau tugasnya Provinsi itu PON dan kalau tugasnya Kabupaten itu Porprov 4 tahun sekali.

“Jadi Kejurprov itu salah satu sasaran antara sebenarnya, trailnya mereka dan puncaknya di Porprov.

Kedepannya kami akan agendakan kejurprov ini walaupun agak berat melaksanakan karena covid, tapi ada satu cabor yang akan dilaksankan diakhir tahun. Yah harapannya di 2021 kita bisa melaksanakan Kejurprov sebelum nanti mereka bertarung di Porprov.

Target dan sasaran KONI adalah di kejuaraan multieven yaitu PON, Porprov, jadi yang paling penting itu, tutupnya.(ezi).

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top