Oknum Aparat Malaysia Lakukan Dua Pelanggaran Wilayah di Pulau Nunukan KSAL Kirim Nota Protes

NUNUKAN,  SWARAKALTARA.COM – Sepanjang 2020 pemerintah Diraja Malaysia tercatat melakukan dua kali Pelanggaran Wilayah (Garwil) di perairan RI di kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., saat berkunjung ke Nunukan, Selasa (11/08/2020).

‘’Tahun 2020 ada dua kasus Garwil di Nunukan, yang pertama oleh Polis Marine dan kedua oleh Agensi Penguat Kuasaan Maritim Malaysia (APMM). Alasan mereka mengejar kapal, padahal jelas-jelas perbatasan sudah ada disini tapi masih tetap masuk, ini sangat kita sayangkan dan kita ajukan protes diplomatik melalui Kemenlu.’’ujarnya.

Pelanggaran pertama dilakukan oleh Polis Marin Malaysia sekitar Juni 2020 di perairan Sei Ular kecamatan Seimanggaris, tidak jauh dari Pos Sekaca yang dijaga Satgas Pamtas RI – Malaysia.

Sementara pelanggaran kedua dilakukan oleh kapal milik APMM, bernama  Kilat -45 dengan nomor lambung 755 sekitar 06 Juli 2020, tidak jauh dari Pos AL Sei Pancang pulau Sebatik.

‘’Terhadap dua kasus Pelanggaran Wilayah tersebut, Indonesia sudah mengirimkan nota protes melalui Kementrian Luar Negeri,’’tegasnya.

Langkah diplomasi masih dikedepankan menimbang prosedur penindakan yang ada memang melayangkan nota protes ketika pelanggaran wilayah terjadi, sama halnya ketika terjadi Garwil di perairan Natuna, Selat Singapura dan Selat Malaka. Langkah ini pula yang dilakukan negara-negara lain.

Yudo menekankan agar prajurit AL di Nunukan tidak lagi membiarkan hal ini terulang. Prajurit AL harus lebih mengintensifkan patroli rutin, sehingga alasan ketidak tahuan oknum aparat Malaysia saat melanggar batas laut NKRI tak perlu terjadi.

Untuk mendukung hal tersebut, KASAL mengatakan akan meningkatkan status Pos AL Sei Pancang Sebatik menjadi tipe D, sehingga mereka akan punya alutsista pendukung dan personel cukup untuk antisipasi Garwil di wilayah yang langsung berdepan dengan Malaysia ini.

‘’Karena ini (Sebatik) merupakan batas terluar yang di depan sana sudah negara lain, saya akan tingkatkan Pos AL Sei Pancang menjadi tipe D agar nantinya bisa melaksanakan sarana prasarana patroli dan personel yang cukup untuk melaksanakan penjagaan ini dengan lebih ketat.’’lanjutnya.

Dalam kunjungan ke kabupaten Nunukan KASAL juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah KRI yang disiagakan di perairan Ambalat, serta mengunjungi  pos Komando Taktis Marinir Ambalat XXVI, sekaligus melihat langsung keberadaan patok 3 perbatasan RI – Malaysia di Aji Kuning Sebatik.

‘’Kita berikan semangat, kita berikan kekuatan pada mereka supaya tetap melaksanakan penjagaan mempertahankan kedaulatan Negara ini dengan penuh rasa tanggung jawab.’’kata Yudo Margono.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top