Pandangan Redaksi Usai 3 Kali Debat Calon Gubernur Kaltara

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara sukses menggelar debat publik ketiga atau terakhir pada pemilihan calon kepala daerah gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Utara tahun 2020, dan disiarkan langsung oleh stasiun televisi, Metro TV.

Berbagai tanggapan datang dari masyarakat Kaltara yang menyaksikan langsung jalannya debat melalui televisi dan akun media sosial KPU Kaltara dan Metro TV.

Refleksi dari tiga kali debat publik yang telah disaksikan masyarakat Kaltara, banyak masyarakat kian yakin menetapkan pilihan pada paslon nomor urut 3, Drs.H.Zainal A.Paliwang – Dr.Yansen TP M.Si (ZIYAP).

“Ketenangan dan penguasaan materi tema, paslon Zainal – Yansen jauh lebih matang, jawabannya fokus pada masalah yang di hadapi masyarakat Kaltara saat ini, terkait berbagai aspek yang di hadapi dan tidak melebar kemana – mana” ucap Suhedi Abdullah Sagap.

Suhedi Abdullah Sagap yang juga merupakan Pimpinan Umum Media SWARAKALTARA.COM mengatakan, paslon 1 dan 2 banyak beretorika, berteori dan sedikit pun tidak terkesan berniat berjuang untuk membangun Kaltara.

“Paslon 1 dan 2 selalu berbicara aturan sebagai tameng untuk berkelit dan melindungi diri saat banyak pekerjaan yang belum tuntas, ” ujar Suhedi.

Hemat saya, justru karena mengerti undang-undang dan aturan, seorang Pemimpin seharusnya bisa berinisiatif, berkreatifitas, berinovasi mencari terobosan memjawab masalah masyarakat.

“Pimpinan bisa mengambil kebijakan diskresi sepanjang untuk kepentingan rakyat dan tidak merugikan negara”.

Terlihat kapasitas Paslon Nomor 2 hanya soal regulasi, tidak ada niat membangun Kaltara. “boleh dibilang, di hati irianto tidak ada rakyat kaltara. Tidak memikirkan solusi untuk mengatasi persoalan Daerah dan Rakyat Kaltara”.

Terkesan, paslon nomor 2 hanya memikirkan jabatannya. Dia hanya bekerja untuk dapat jabatan, hasil, kehormatan dan ada permainannya dalam memuaskan ambisi politiknya.

Demikian halnya Paslon Nomor 1 terlihat tidak mampu memimpin Kaltara. “disini Kita hormati niat baik untuk mau memimpin Kaltara”.

Sebagai masyarakat Kaltara saya melihat pasangan Zainal – Yansen lebih menguasai dan memahami persoalan provinsi Kalimantan Utara, dalam menjawab pertanyaan saat debat, Zainal – Yansen menjawab secara lugas berdasarkan masalah yang ada di lapangan. programnya juga lebih konkrit dan tidak normative, jelasnya.(ag).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top