Tiga Kali Debat Publik, Menimbulkan Beberapa Kesimpulan dari Publik Kalimantan Utara

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Debat publik antar kandidat Pasangan Calon (Paslon) peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) telah usai.

Sebanyak tiga kali debat kandidat digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara, dengan menghadirkan tiga paslon peserta Pilgub Kaltara tahun 2020.

Beberapa kesimpulan publik yang juga menjadi alasan mengapa masyarakat Kaltara memilih pasangan ZIYAP.

Pertama disampaikan, pasangan nomor urut satu dan dua Selama tiga kali debat kandidat telah berhasil memperlihat kapasaitas diri masing-masing.

“Terlihat sudah kapasitas mereka (Paslon nomor 1 dan 2). Sikap hati mereka. Cara berpikir mereka dan cara bertindak mereka untuk rakyat kaltara,” ujar salah satu masyarakat Kaltara yang menyampaikan pendapat.

Bahkan, publik menilai, dalam setiap kesempayan di debat kandidat paslon nomor urut 1 dan 2 lebih banyak menyampaikan retorika.

“Mereka lebih banyak beretorika. Berteori. Sedikit pun tidak terkesan dan berniat berjuang untuk membangun kaltara,” tandasnya.

Dalam setiap penyampaian pun, disebutkan olehnya, paslon nomor urut 1 dan 2 tidak memperlihatkan semangat dalam memikirkan nasib masyarakat Kaltara selama kepemimpinannya.

“Paslon tidak memiliki greget hati memikirkan nasib rakyat Kaltara. Mereka selalu saja berbicara aturan, undang-undang sebagai tameng,” tegasnya.

Sehingga, publik mengira, penyampaian soal aturan perundang-undangan tersebut, hanya dijadikan oleh paslon nomor urut 1 dan 2 hanya untuk berlindung.

“Mereka menjadikan seluruh aturan yang disampaikan itu hanya untuk berkelit, melindungi diri. Undang-undang selalu menjadi alasan bagi mereka untuk mencari pembenaran,” imbuhnya.(ant).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top