Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Malinau Perkuat Program Pelatihan

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Upaya menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Malinau Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Malinau akan memperkuat program utama daerah di tahun 2021. Dengan harapan program tersebut dapat terealisasi seluruhnya.

“Salah satunya yaitu melakukan pelatihan yang berorientasi kerja. Kami memiliki beberapa program pelatihan yang nantinya akan membuat peserta pelatihan menjadi mandiri,” ujar Kepala Disnaker Malinau, Iwan Darma usai ditemui Swarakaltara.com, Senin (1/3/21).

Iwan Darma mengatakan, pelatihan itu juga tetap menyesuaikan dengan kebutuhan peserta untuk meningkatkan skill untuk masing-masing daerahnya.

“Untuk tahun sebelumnya program pelatihan sudah dijalankan, dan tahun ini porsinya akan lebih banyak,” ujar nya.

Metode pelatihan yang digagas oleh Pemerintah Daerah Malinau melalui Disnaker Malinau diharapkan, agar peserta pelatihan dapat menjadi lebih mandiri dan tidak harus ikut bekerja di perusahaan.

“Konsep pelatihannya mandiri. Tahun ini kita juga akan salurkan bantuan peralatan untuk peserta yang ikut pelatihan dan peserta yang sudah pernah ikut pelatihan sebelumnya,” jelasnya.

Untuk bantuan peralatannya itu beragam, mulai dari alat-alat perbengkelan, alat-alat ukir bagi pelaku di bidang pariwisata, alat kelistrikan dan lainnya.

Iwan Darma juga menerangkan, koordinasi dengan pihak-pihak perusahaan di Malinau juga telah dilakukan dan disambut dengan baik.

“Harapan kami, jika pelatihan dengan pihak perusahaan dan apabila di butuhkan tenaga kerja langsung tinggal di rekrut saja,” terangnya.

Kepala Disnaker Malinau, Iwan Darma juga menjelaskan terkait progres BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Malinau.

“Untuk karyawan di perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan sudah hampir 90% dan masih berlanjut. Kedepan kami juga akan perluas cangkupannya untuk karyawan tenaga kontrak di pemerintahan,” pungkasnya.

Terakhir, kata Iwan, pihaknya juga akan mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis serta berkeadilan. Dengan menjalin komunikasi antara perusahaan dan pekerja.

“Kami selalu melakukan komunikasi dan kordinasi antara perusahaan dan pekerja. Tujuannya untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis. Ini akan terus kita jaga, jangan sampai ada masalah di kemudian hari yang tidak bisa terselesaikan,” tutupnya.

Reporter : Abdul Gani

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.