Alokasi Anggaran Rp600 Juta untuk Pembelian Hewan Kurban, Bupati: Ini Momentum Saling Berbagi

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021 telah menyalurkan sebanyak 32 hewan kurban.

Jumlah hewan kurban tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Malinau, meliputi Masjid, Pondok Pesantren dan Majelis Sholawat.

Bupati Malinau mengatakan, di momen Idul Adha terlebih didalam situasi pandemi ini, ia ingin seluruh Masjid dan masyarakat muslim Malinau yang menjadi penerima daging kurban harus dapat semua.

“Untuk itu saya mendorong agar anggaran ini ditambah. Hingga jangan sampai pada saat hari raya kurban saat ini, masyarakat yang harusnya dapat malah tidak kebagian daging kurban,” ujarnya, Selasa (20/7/2021).

Oleh sebab itu, ungkapnya, pihaknya menambah anggaran untuk memperbanyak jumlah hewan kurban di hari raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021.

Ia menilai, di tahun lalu penyerahan hewan kurban pasti dilakukan, namun karna jumlah penduduk saat ini semakin bertambah dan situasi pandemi itulah yang menjadi alasan Bupati Wempi menambah alokasi anggaran pembelian sapi untuk berbagi kepada sesama.

“Dimana-mana pasti terpukul perekonomian masyarakat kita dengan situasi ini, oleh karna itu Pemerintah Daerah harus hadir agar usai Idul Adha ini masyarakat dapat merasakan kebahagiaan,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Bupati Malinau Jakaria menambahkan, jumlah anggaran ditambah sehingga alokasi anggaran untuk pengadaan hewan kurban berjumlah Rp 600 juta.

“Tahun ini, anggaran tahun ini sebetulnya Rp 300 juta. Tapi ada kebjakan Bupati untuk menambah Rp 300 juta lagi. jadi anggaran yang kita alokasikan Rp 600 juta,” jelasnya.

Anggaran pembelian hewan kurban tersebut dari APBD tahun 2021 Kabupaten Malinau. Jakaria menyampaikan sebagian besar hewan kurban diperoleh dari pedagang hewan kurban lokal Malinau.

Pihaknya juga akan mendistribusikan hewan kurban ke 26 titik lokasi tersebar di wilayah Kabupaten Malinau.

Termasuk ke Desa Metut, Kecamatan Malinau Selatan Hulu yang merupakan titik terjauh yang bisa dijangkau pihaknya.

“Ada 26 tempat yang tersebar di masjid, Musholla, Pondok Pesantren, dan Majelis Sholawat. Untuk tahun ini, alhamdulillah kita distribusikan sampai ke daerah terjauh di Desa Metut, Malinau Selatan,” pungkasnya.

Reporter : Gani

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.