Kekerasan Terhadap Santriwati, Aksi Kamisan Luwuk Tuntut Institusi Hukum Bersifat Profesional

PALU, SWARAKALTARA.COM – Kekerasan yang dilakukan salah satu pimpinan ponpes terhadap Santriwati, di Desa Jaya Kencana, Kecamatan Toili, Aksi Kamisan Luwuk demo Kejaksaan Negeri Banggai. Kamis, 6 Januari 2022.

Dugaan ini terkuak usai salah satu santriwati mengalami gendang telinga robek atau Ruptur membran timpani, kemudian keluarga melaporkan ke pihak Polsek Toili.

“Ini merupakan salah satu deretan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Kabupaten Banggai, khususnya perempuan dan anak” Tutur Moh. Sugianto Adjadar, Kordinator lapangan.

Aksi Kamisan Luwuk juga mendesak pihak Kejaksaan Negeri Banggai untuk menuntut pimpinan ponpes di hukum seberat-beratnya. “Kasus ini telah di serahkan ke pihak kejaksaan, kami meminta dan mengawal pihak kejaksaan dan institusi hukum untuk bersifat profesional” Ucap sekretaris PB HMB tersebut.

Tak hanya kasus pidana, pihak pemerintah daerah Kabupaten Banggai diminta untuk bersikap terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pasalnya, kelompok tersebut sangat rentan terhadap tindak kekerasan fisik, seksual hingga verbal.

“Kita telah telah menyurati dan mendatangi DPRD Banggai untuk bisa menghering kasus ini. Jangan sampai ini menjadi fenomena gunung es dan fakta kami di lapangan banyak kasus kekerasan perempuan dan anak terjadi di lingkungan pendidikan” Katanya.

Lanjut, Gogo sapaan akrabnya mengatakan bahwa instansi terkait dan Bupati Banggai harus bertanggung jawab terhadap kasus yang menimpa empat santriwati tersebut. “Kepala kantor Kementrian Agama Banggai agar segera mengevaluasi dan mencabut izin operasional pondok pesantren yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak, serta Bupati Banggai untuk segera memberikan perlindungan kepada korban (Pendampingan psikiater, jaminan kesehatan dan sekolah baru yang lebih baik)” Tutup mantan ketua LMND Banggai.

Reporter: MSA

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.