Festival Seni & Budaya Lundayeh, Bupati : Modal Utama dalam Memperkenalkan dan Mengangkat Ekonomi Malinau

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Bupati Malinau, Wempi W Mawa kembali membuka kegiatan Festival Seni dan Budaya Adat Dayak Lundayeh, di Panggung Padan Liu Burung, Arena Prosehat Malinau, Senin (21/2) lalu.

Bupati Wempi menilai, festival seni & budaya ini menunjukkan bahwa, selain Kabupaten Malinau memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun seni dan budaya juga mempunyai kekayaan yang bernilai.

Bupati Wempi mengatakan, kekayaan budaya ini dapat menjadi modal utama dalam memperkenalkan dan secara khusus, dapat mengangkat perekonomian di Kabupaten Malinau.

“Selain Sumber Daya Alam yang kita miliki, Malinau juga memiliki budaya yang sangat luar biasa. Oleh sebab itu, kekayaan budaya ini, bisa menjadi modal bagi kita untuk memperkenalkan Malinau jauh kedepan dan bahkan bisa mengangkat ekonomi masyarakat Malinau dari kesenian dan kebudayaan yang kita miliki,” ungkapnya, Rabu (23/2/2022).

Kedepan, Bupati Wempi berharap tidak hanya adat Dayak Lundayeh yang menyajikan keunikan dan kekayaan budayanya, namun masyarakat adat lainnya juga harus menyajikan budayanya di tempat yang telah disediakan.

Ia menekankan, dalam pertunjukan seni dan budaya agar dipusatkan di Panggung Padan Liu Burung.

“Panggung Padan Liu Burung merupakan kebanggaan masyarakat Malinau. Sehingga dapat digunakan bukan hanya kesenian saja melainkan juga panggung budaya,” ucapnya.

“Agar panggung ini bisa lebih dimaksimalkan lagi. Sehingga masyarakat juga bisa memanfaatkan event-event budaya dan dapat menampilkan jajanan khas maupun produk lokalnya,” kata Bupati.

Menurut informasi dari panitia penyelenggara, di area Lapangan Pro Sehat ini terdapat 20 unit UMKM dari etnis Dayak Lundayeh.

“Tentu ini bisa menjual produk yang dimiliki. Apalagi di tengah ekonomi yang sulit saat ini,” katanya.

Kegiatan budaya yang diselenggarakan rutin setiap bulan tersebut, nantinya diharapkan dapat memberikan ruang kepada masyarakat dalam memperkenalkan budaya masing-masing.

Ia pun turut mengapresiasi atas sajian seni yang telah ditampilkan.

“Saya merasa bangga, apalagi melihat anak-anak sudah melestarikan dan telah menyatu dengan Budaya,” tuturnya.

Terakhir, ia juga mengingatkan agar dalam pelaksanaan festival seni dan budaya selama tujuh hari tersebut, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Reporter: A. Gani

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.