Koppad Kaltara Gagas Pelatihan Pembuatan Manik Kaca

MALINAU – Upaya melestarikan kearifan lokal terutama kerajinan manik khas dayak, pemuda yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak-Borneo (KOPPAD) Kalimantan Utara buka pelatihan dasar pembuatan manik berbahan kaca, di desa tanjung lapang, Kecamatan Malinau Barat, jumat (27/5) pagi.

Sebenarnya pelatihan dasar pembuatan manik kaca diagendakan di awal tahun. Hanya saja banyak agenda dan kegiatan sehingga baru terlaksana hari ini. “Jadi memang sudah direncanakan sebelumnya. Tapi karena situasi kondisi sehingga tertunda. Dan baru sekarang terlaksana,” Ujar Hendri Tuwi yang juga Ketua KOPPAD Kalimantan Utara, kepada media ini saat ditemui di BPU Desa Tanjung Lapang.

Untuk diketahui kegiatan pelatihan ini juga melibatkan bantuan CSR perushaan MA. Hadir Juga Lengilo Art  dan Dekranasda Kabupaten Malinau.

Tujuan kegiatan ini, kata Hendri, memberikan skil dan keterampilan agar ke depan manik-manik bisa berproduksi sendiri di malinau. “Apalagi kita ketahui bersama aksesoris manik sudah paten sebagai aksesoris dayak di Kalimantan, baik itu lundayeh, kenyah, kayan dan rumpun Dayak lainnya,” Jelasnya.

Selama ini, menurut Hendri, Rata-rata manik yang ada ditengah masyarakat Malinau berasal dari luar Malinau. Seperti Samarinda hingga dari Jawa yang memang sudah tersedia alatnya. “Nah sementara di malinau sendiri kan belum ada yang kita miliki. Maka dari itu, hadirnya narasumber dari jombang ini, bisa melihat peralatan dan memproduksi manik sendiri,” Katanya.

Diakuinya, malinau memang ada pengrajin pembuat manik. Namun, bahannya masih dalam bentuk tanah atau menggunakan tulang hewan. “Jadi terus terang saja di sini belum ada yang membuat yang bahannya dari kaca,” Tuturnya.

Oleh karena itu, Dia mengajak anak muda dari beberapa desa yang mewakili untuk dapat mengikuti pelatihan ini. “Tidak lain kita ingin meningkatkan sumber daya manusia khususnya anak anak muda yang memiliki jiwa seni dan kerajinan tangan,” Jelasnya.

Ia pun berharap dari para peserta yang mengikuti ke depan bisa menjadi contoh bagi anak anak muda lainnya. “Dari pelatihan dasar ini mereka nantinya bisa membantu apabila dilaksanakan lagi dengan kegiatan yang sama tapi skala yang besar,” Ungkapnya.(**).

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.