Keluhkan Penanganan Kekarantinaan Warga Sekitar Rusunawa Blokade Jalan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Mekanisme penanganan karantina bagi orang yang terindikasi virus Corona di rusunawa Nunukan Kalimantan Utara dikeluhkkan warga Rt.07 Nunukan selatan yang berdomisili di areal tersebut.

Banyak warga mengeluhkan masih bebasnya penghuni rusunawa yang keluar di malam hari dan mencoba berinteraksi dengan warga, mereka bahkan meminta air minum kepada warga sekitar sehingga menimbulkan kekhawatiran, warga mengeluhkan bebasnya keluarga membesuk sehingga warga berinisiatif menutup akses masuk ke rusunawa.

Ketua RT 07 Nunukan selatan Adharsyah mengatakan, sebelumnya memang telah terjadi kata sepakat dimana Pemkab Nunukan segera merespon tuntutan 50 kepala keluarga (KK) di lokasi dimaksud, namun kemudian terjadi miss komunikasi yang berujung pada aksi penutupan akses masuk ke tempat karantina.

“Mereka masih mengeluhkan banyak jamaah tabligh bebas berkunjung, selama ini meski ada 2 kelompok berbeda dari jamaah tabligh, masyarakat tahunya yang positif adalah kluster jamaah tabligh, itu yang jadi masalah,”ujarnya, Jumat (17/04/2020).

Penutupan akses masuk rusunawa tak berlangsung lama, pasca aparat dan perwakilan Pemkab Nunukan menjelaskan penutupan akses berimbas jauh dengan keberadaan 3 instansi pemerintah di lokasi dimaksud, dijelaskan aksi tersebut justru merugikan masyarakat.

Adanya Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tak akan bisa berjalan semestinya, sehingga jika terjadi hal tak diinginkan yang tiba-tiba terjadi seperti musibah kebakaran, mobil pemadam akan kesulitan dengan terblokirnya akses masuk mereka.

‘’Kalau kita tak boleh menutup jalan, kami mohon siagakan petugas yang menjaga di pintu masuk, jangan biarkan orang di karantina bebas keluar masuk seperti anak kos, dan tolong, namanya karantina itu bukan macam asrama atau pesantren yang kapan saja bisa dikunjungi, tolong pastikan keamanan masyarakat kami” tegasnya.

Menyoal adanya keluhan masyarakat sekitar rusunawa, juru bicara Pemkab Nunukan Hasan Basri Mursali membantah jika penghuni rusunawa keluar masuk dengan bebas, apalagi sampai meminta air minum ke warga sekitar.

Segala kebutuhan selama karantina telah disediakan, mereka diberi jatah makan 3 kali sehari, diberikan fasilitas dispenser dan dijaga ketat Satuan Polisi  Pamong Praja sehingga informasi yang dikeluhkan warga dianggap perlu dikonfirmasi lagi.

“Gak masuk akal kalau mereka keliaran, semua sudah kita penuhi, Satpol PP juga mengatakan tidak ada yang keluar, jadi kami akan coba lagi pastikan info ini, betulkah demikian atau hanya isu netizen.” jawabnya.

Sebelumnya masyarakat sekitar rusunawa melakukan aksi protes meminta karantina dipindahkan karena khawatir dampak yang ditimbulkan para penghuni yang terindikasi mengidap virus Covid-19, protes dianggap selesai dengan adanya kesepakatan yang telah ditanda tangani oleh warga dan pemkab Nunukan dengan sejumlah point yang disepakati, yakni :

1.Satgas Covid-19 akan memindahkan jalur masuk rusunawa ke rute lain yang jauh dari pemukiman penduduk, dengan arah berlawanan di jalan perkantoran Gabungan Dinas I.

2. Satgas segera melakukan peyemprotan di jalur dan lingkungan yang dikeluhkan masyarakat.

3. Satgas Covid-19 akan segera membagikan masker ke masyarakat.

4. Sosialisasi ke masyarakat segera dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan mereka akan memberikan edukasi tentang apa itu Covid-19, bagaimana pola penyebarannya dan bagaimana cara antisipasinya.

5. Penjagaan akan lebih diperketat lagi mengantisipasi penghuni rusunawa keluyuran dan berinteraksi dengan masyarakat.

Pemkab Nunukan mengalokasikan anggaran khusus karantina sebesar Rp.420 juta untuk kebutuhan konsumsi dengan estimasi 300 orang.  Selama 14 hari mereka diberi makan 3 kali sehari, kebutuhan air mineral, pemberian buah buahan dan makanan ringan dipastikan tercukupi.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top