KONI Malinau Tegaskan 7 Cabor Segera Muscab

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – KONI Malinau menegaskan tujuh Cabor segerah melakukan muscab, hal ini dilakukan dalam upaya kesiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara pertama.

Ketua KONI Malinau Dr Tomi menegaskan agar tujuh cabang olahraga yang sudah habis masa kepengurusan di tahun  untuk segera melakukan musyawarah memilih kepengurusan baru.

“Tadi kita sudah bahas dalam rapat kerja harian pengurus KONI. Kita mau mempertegas kembali keberadaan cabang olahraga yang ada dibawah naungan KONI” Ungkap Tomi, Senin (31/1) siang.

Lanjut kata Tomi, perihal keabsahan dari pengurus cabang olahraga tersebut masih ada tujuh cabor yang sudah di surati hingga saat ini belum melakukan muscab.

“Nah untuk itu kepada tujuh cabor tersebut kami berikan batas waktu hingga bulan Februari ini agar segera melakukan muscab,” Tegasnya.

Jika tidak melaksanakan, sambung Tomi, tentu ada kebijakan organisasi yang mungkin dalam bantuan hibah dari KONI tidak diberikan.

“Jadi kalau tidak dilaksanakan. Dengan berat hati kita tidak akan memberikan bantuan hibah bagi kepengurusan cabor yang sudah habis masa kepengurusannya,” Jelasnya.

Disamping itu, cabor tersebut juga tidak akan dilibatkan dalam pekan olahraga provinsi. Meskipun dalam agenda nasional dan provinsi cabor tersebut dipertandingkan. “Kalaupun ada cabor yang dipertandingkan di poprov tapi kepengurusan tidak aktif tentu kita tidak akan libatkan,” Jelasnya.

Sementara bagi cabang olahraga yang kepengurusan aktif untuk dapat memasukkan program kerjanya ke KONI.

“Silahkan melakukan agenda turnament atau kejuaraan, seleksi daerah untuk menjaring atlet potensial yang akan dilibatkan dalam pekan olahraga provinsi,” Ungkapnya.

Lanjut Tomi, dana hibah 2,5 miliar sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan telah dibahas untuk bantuan tersebut. “Secara transparan kita sampaikan, dari 2,5 miliar ini. Nantinya dibagi dua, Rp 1,5 miliar akan dibantu bagi cabor yang aktif dan pemberian dana hibah selama satu tahun,” Jelasnya

Namun, pemberian dana hibah ke setiap cabang olahraga 1,5 miliar dilakukan tidak secara merata. “Nanti ada penilaian dari KONI sendiri mana cabor yang berpartisipasi dalam melahirkan atlet berprestasi di bidang cabor andalan, unggulan dan harapan,” Ungkapnya.

Dengan demikian, Tomi menegaskan cabang olahraga yang dinilai tidak potensial dalam hal tidak memiliki target selama satu tahun maka tidak disertakan dalam bantuan tersebut. “Jadi memang kami sudah melakukan pendataan mana cabang olahraga yang melakukan even dan mana yang potensial,” Katanya.

Pada prinsipnya, sambung Tomi, KONi ingin melihat setiap cabang olahraga di Malinau yang aktif ini memberikan kontribusi dalam melakukan pembinaan atlet berprestasi.”khususnya yang dipertandingkan di Porprov, dan pada PON,” Pungkasnya. (*)

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.